Dinna Barada

Puisi Cinta

Buat Pangeran Yang Menyayangiku 

Rentangkan kasih yang terajut rapi

Dalam untaian kata-kata

Dalam gelak tawa penuh pesona

 

Rentangkan kasih yang terajut rapi

Mimpiku bersama mengayun langkah

Ukir hari dengan bertanya

Tentang kehidupan… tentang kalimat-kalimat-Nya

Yang luas bagaikan samudera

Bahkan lebih dari itu

 

Pangeranku,

Kasih ini telah tertulis besar-besar

Diantara figura-figura kalbu

Ada kedamaian dan pesonamu

Diantara sayangmu

 

Pangeranku,

Tetap dinda katakana

“Cinta ini karena Dia Arrahman”

Yang Maha Sempurna

 

Pangeranku,

Kini kulalui hari-hari bersamamu

Akan kutunjukkan pada semua

Bahwa aku punya

Kau yang menyayangiku

Kau yang merindukanku

Kau yang  selalu mengingatku

Dan akupun akan selalu

Menyayangimu…

Merindukanmu…

Mengingatmu…

Kepada Sang Pujangga

 

Suasana malam yang membuat gelisah

Hatiku berdebar sekaligus resah

Berharap pagi dan terbit mentari

Ku ingin memandang pujangga sekali lagi

 

Ini rindu atau bias asa?

Bayangmu nyata di pelupuk mata

Yang menekan bertanya dalam hati

Akankah engkau selalu kumiliki

 

Beginilah aku merangkai kata

Kutulis bersama nyanyian burung-burung yang kucinta

Mencoba memahami senandung hati

Mungkinkah berseri sepanjang hari

 

Pesona dari matamu yang bersinar

Dalam, menusuk kalbuku memacu debar
Tiada daya bagaimana kubilang

Betapa pujangga sangat kusayang

 

Ingin,

Ingin sekali bersamamu

Bersamamu menghitung bintang diangkasa

Mengumpulkan rintik-rintik hujan

Mendengarkan dongeng tuamu

Menghitung dengan perlahan isyarat kasih dimatamu

 

Ingin,

Ingin sekali bersamamu

Bersama menatap surya terbenam

Bersama dendangkan nyanyian merdu

 

Ingin,

Ingin sekali bersamamu

Menyusuri singai dan pegunungan

Agar hari-hari terangkai

Menjadi kenangan terindah

Antara aku dan pujangga  

Perangkapmu 

Tatapanmu begitu lembut

Namun tajam menyentuh hatiku

Hingga terpancar rasa rindu

 

Senyum kecil dari bibirmu

Kuat menarik dalam kalbuku

Hinga bicara hati ini

“kejar aku”

 

Tak tahu, kau hadir tak kuduga

Tapi sekilas kau ada

Kau tebarkan dihatiku asa…

Tak mengerti ini rasa atau apa

Di depan mataku kau berdiri

Sejuta kata ingin ku lepas

Padamu

“Tangkap Aku”

 

Aku bagaikan seekor wallet kecil, lincah lagi liar

Ratusan jebakan menanti

Dihiasi ranjau berbunga temali bertabur duri

Begitu kuat mengikat sayapku bila kuterjebak

 

Tidakkah kau baca di mataku?

“Hanya Perangkapmu Yang Mampu Menjeratku

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.