Buat Pangeran Yang Menyayangiku
Rentangkan kasih yang terajut rapi
Dalam untaian kata-kata
Dalam gelak tawa penuh pesona
Rentangkan kasih yang terajut rapi
Mimpiku bersama mengayun langkah
Ukir hari dengan bertanya
Tentang kehidupan… tentang kalimat-kalimat-Nya
Yang luas bagaikan samudera
Bahkan lebih dari itu
Pangeranku,
Kasih ini telah tertulis besar-besar
Diantara figura-figura kalbu
Ada kedamaian dan pesonamu
Diantara sayangmu
Pangeranku,
Tetap dinda katakana
“Cinta ini karena Dia Arrahman”
Yang Maha Sempurna
Pangeranku,
Kini kulalui hari-hari bersamamu
Akan kutunjukkan pada semua
Bahwa aku punya
Kau yang menyayangiku
Kau yang merindukanku
Kau yang selalu mengingatku
Dan akupun akan selalu
Menyayangimu…
Merindukanmu…
Mengingatmu…
Kepada Sang Pujangga
Suasana malam yang membuat gelisah
Hatiku berdebar sekaligus resah
Berharap pagi dan terbit mentari
Ku ingin memandang pujangga sekali lagi
Ini rindu atau bias asa?
Bayangmu nyata di pelupuk mata
Yang menekan bertanya dalam hati
Akankah engkau selalu kumiliki
Beginilah aku merangkai kata
Kutulis bersama nyanyian burung-burung yang kucinta
Mencoba memahami senandung hati
Mungkinkah berseri sepanjang hari
Pesona dari matamu yang bersinar
Dalam, menusuk kalbuku memacu debar
Tiada daya bagaimana kubilang
Betapa pujangga sangat kusayang
Ingin,
Ingin sekali bersamamu
Bersamamu menghitung bintang diangkasa
Mengumpulkan rintik-rintik hujan
Mendengarkan dongeng tuamu
Menghitung dengan perlahan isyarat kasih dimatamu
Ingin,
Ingin sekali bersamamu
Bersama menatap surya terbenam
Bersama dendangkan nyanyian merdu
Ingin,
Ingin sekali bersamamu
Menyusuri singai dan pegunungan
Agar hari-hari terangkai
Menjadi kenangan terindah
Antara aku dan pujangga
Perangkapmu
Tatapanmu begitu lembut
Namun tajam menyentuh hatiku
Hingga terpancar rasa rindu
Senyum kecil dari bibirmu
Kuat menarik dalam kalbuku
Hinga bicara hati ini
“kejar aku”
Tak tahu, kau hadir tak kuduga
Tapi sekilas kau ada
Kau tebarkan dihatiku asa…
Tak mengerti ini rasa atau apa
Di depan mataku kau berdiri
Sejuta kata ingin ku lepas
Padamu
“Tangkap Aku”
Aku bagaikan seekor wallet kecil, lincah lagi liar
Ratusan jebakan menanti
Dihiasi ranjau berbunga temali bertabur duri
Begitu kuat mengikat sayapku bila kuterjebak
Tidakkah kau baca di mataku?
“Hanya Perangkapmu Yang Mampu Menjeratku


